4 Mitos Soal KTA Pinjaman tanpa Jaminan dan tanpa Kartu Kredit

, , Leave a comment

Pinjam-Uang-Online-Amar-Bank

Meskipun KTA Tunaiku tampil sebagai bagian dari semarak fintech (financial technology), mitos tentangnya tak terelakkan. Padahal KTA jelas-jelas sebagai pinjaman tanpa jaminan dan tanpa kartu kredit. Masih juga ada yang memiliki anggapan keliru tentang KTA Tunaiku. Biasanya sih yang percaya 5 mitos ini justru yang belum pernah coba sekalipun.
1. Bunga yang Besar
Barangkali memang ada KTA yang menerapkan bunga besar. Sebetulnya wajar saja, soalnya KTA tidak menggunakan jaminan apa-apa. Kalau toh bisa dijadikan jaminan, maka jaminannya adalah orang yang meminjam itu sendiri. Contohnya, ketika dia tidak mau melunasi utang. Tentu hukumannya jelas dipidanakan sesuai dengan surat kerja sama.
Dari segi hukum, KTA Tunaiku sama sekali tidak memberatkan. Justru memberikan keleluasaan pada para peminjam untuk mengeksplorasi dana yang dipinjam. Bunganya saja hanya 3%. Tidak begitu jauh dengan pinjaman secara konvensional yang rata-rata memang hanya nol koma sekian, tapi jaminannya adalah rumah dan tanah warisan.
2. Jangka Waktu Pembayaran Pendek
Masih juga ada semacam fobia ketika seseorang mendengar kata KTA. Ketika tidak adanya jaminan, kemudian mereka menganggap kalau tenor-nya pasti pendek. Sebetulnya tidak juga. Justru KTA Tunaiku memberikan kelonggaran berupa tenor atau jangka waktu pembayaran yang panjang, yakni 20 bulan untuk tenor maksimal. Berapa pun nilai pinjamannya.
Bahkan kalau dibandingkan dengan pembayaran utang di kartu kredit, tentu jauh lebih mudah. Soalnya kalau di kartu kredit itu sudah limitnya besar, bunganya besar, jangka waktunya tidak sebanding. Sedangkan di Tunaiku memang sengaja ada batasan maksimal utangnya senilai 20 juta. Tujuannya agar para nasabah tidak terlalu keberatan dengan utang.
3. Hanya Berlaku untuk Warga Kota
Setelah tahu bahwa KTA Tunaiku itu merupakan pinjaman tanpa jaminan dan tanpa kartu kredit, muncul pula mitos ini. Sebagaimana yang tadi dibahas, KTA Tunaiku merupakan produk dan bagian dari fintech atau financial technology. Tentu saja semuanya, mulai dari pendaftaran, pengajuan KTA, hingga konfirmasinya disampaikan via online.
Biasanya mitos ini berembus di kalangan yang belum bersentuhan dengan dunia teknologi. Tidak mengapa. Dengan online, semua proses yang kalau dilakukan via offline memakan banyak waktu, bisa langsung dipangkas jadi hanya berapa menit saja. Soal keamanan, tentu Tunaiku sudah memiliki staf ahli di bidang IT yang mumpuni. Jadi tidak pernah down.
4. KTA Tunaiku Penipu
Biasanya isu soal penipuan hanya masalah persaingan pasar saja. Sama halnya dengan pasar buah. Tentu ketika ada buah di lapak tertentu laris-manis, secara otomatis ada yang tidak suka. Kemudian melakukan kecurangan dengan mengembuskan isu tersebut. Itu sudah biasa kok. Sedangkan ciri-ciri penyedia KTA yang memang penipu itu sangat terang.
Pihak penipu biasnya tidak punya kantor sendiri, setiap aplikasi yang dibuat hasil tipu-tipu, saat dihubungi tidak bisa. Sementara KTA Tunaiku merupakan produk dan layanan dari Amar Bank. Kantornya jelas. Ada di Surabaya, Jakarta, dan kota lainnya. Customer service dari Tunaiku juga selalu menyambut dengan ramah untuk siapa saja yang mau komplain.
Sebagai penyedia KTA, tentu Tunaiku tidak bakal menghianati konsep KTA itu sendiri. Tidak mungkin saat surat kerja sama ditandatangani, sekonyong-konyong tanah dan harta benda Anda dilibatkan. Soalnya Tunaiku berada di bawah regulasi OJK. Prosesnya juga sangat praktis. Tidak perlu lagi menggunakan kartu kredit sebagai syarat tertentu.
Kemudahan semacam ini baru muncul ketika era internet begitu menguasai. Dulu-dulu belum ada. Bahkan Tunaiku merupakan salah satu fintech yang mula-mula menggunakan internet sebagai media transaksinya. Saat ini pinjaman tanpa jaminan dan tanpa kredit via online ini justru menginspirasi banyak bank dan pihak lainnya. Sementara Tunaiku terus melaju.

 

Leave a Reply